IDENTITAS BUKU
Judul Buku : NAYLA
Jenis Buku : NOVEL
Genre : Fiksi
Pengarang : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Penerbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2012
Tebal Halaman: 180 halaman
Novel “NAYLA” menceritakan tentang perjalanan hidup seorang perempuan dalam menghadapi apa yang ada disekitarnya yang berhubungan dengan dunia metropolitan,pergaulan bebas, dan seksualitas. Nayla Kinar adalah gadis muda yang akrab disapa Nayla tinggal bersama ibunya tanpa kehadiran ayah disampingnya. Ayah telah lama meninggalkan Nayla dan ibu sejak Nayla masih kecil. Kini Nayla berusia sebelas tahun. Ibunya sangat heran dengan tingkah Nayla yang setiap malam selalu mengompol. Hingga akhirnya ibu mulai geram terhadap kelakuan Nayla dan sampai menghukumnya dengan menusukkan peniti di selangkangan Nayla bahkan kini sampai ke vagina nya. Ibu melakukan itu dengan tujuan agar Nayla kapok dan tidak malas-malasan lagi untuk buang air kecil ke kamar mandi. Tetapi Nayla sendiri tidak mengerti harus bagaimana lagi, ia sudah berusaha untuk tidak malas-malasan. Hingga suatu hari, Nayla merasa sangat lelah dengan semua perlakuan ibunya, Nayla mencoba untuk mencari ayahnya agar bisa hidup dengan bahagia tanpa ada hukuman dari sang ibu. Di sekolah, Nayla mencoba untuk melarikan diri dari sekolah bersama teman-temannya untuk mencari alamat rumah ayahnya. Sesampainya di alamat tersebut, Nayla bertemu dengan seorang wanita cantik, ia adalah istri baru ayahnya. Ayah Nayla adalah seorang penulis terkenal sehingga Nayla tidak dapat bertemu dengan ayahnya dirumah tersebut.
Nayla ikut tinggal dirumah ibu tiri bersama ayahnya. Keputusan tersebut membuat ibu marah besar karena Nayla telah memilih untuk tinggal bersama ayahnya daripada dengan ibu kandung yang selama ini telah membesarkannya. Dan akhirnya ibu berkeputusan untuk tidak mau lagi menerima Nayla kembali ke rumahnya. Tetapi setelah hampir dua bulan Nayla tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, ayahnya mengalami sakit jantung dan meninggal. Selama seminggu terakhir setelah ayahnya meninggal, Nayla mengalami perubahan. Ia depresi berat mengapa ayahnya harus secepat itu meninggalkannya padahal baru sebentar ia merasakan tinggal bersama ayah kandungnya. Ia sering tertawa sendiri seperti orang gila. Nayla melakukan itu karena ia sangat kehilangan sosok ayahnya, ia tidak ingin terlihat menangis dan ia merasa menjadi gadis yang tegar maka dari itu ia berusaha untuk tertawa sepuasnya agar tidak teringat dengan ayahnya. Karena melihat kondisi Nayla seperti itu, ibu tirinya yang akrab dipanggil bu Ratu menjadi beranggapan bahwa Nayla menggunakan narkoba. Hingga akhirnya Nayla dibawa ke Rumah Perawatan Anak Nakal dan Narkotika. Nayla sangat terkejut dan bertanya-tanya mengapa bu Ratu membawanya ke tempat itu. Hari demi hari Nayla lalui ditempat tersebut dan ia bertemu dengan Bu Lina yang secara diam-diam memfasilitasi Nayla dengan alat-alat berupa kertas,pensil,bahkan membiarkan ia untuk menonton televisi. Suatu hari ia merasa sudah bosan berada ditempat itu lalu ia berinisiatif untuk melarikan diri dari tempat tersebut bersama teman-temannya. Ia berhasil dan setelah bebas ia bersama teman-temannya menginap ditempat salah satu temannya. Kehidupan Nayla sangat berubah dari yang awalnya Nayla adalah anak rumahan kini ia bersama teman-temannya sering menjelajahi dunia malam,bersenang-senang dipinggiran jalan bahkan ke diskotek. Suatu hari Nayla pergi ke diskotek untuk mencari ketenangan dan ia bertemu dengan salah satu pekerja di bar tersebut yaitu Juli. Ia adalah seorang perempuan tapi mempunya jiwa laki-laki. Dengan segala ketangguhan Juli, Nayla mulai menyukai apa yang ada pada diri Juli, begitupun Juli terhadap Nayla. Karena Nayla merasa nyaman dan terlindungi bila didekat Juli.
Suatu hari Nayla bersama teman-temannya mempunyai rencana untuk merampok sebuah taksi dan sopir taksi tersebut mulai curiga dengan tingkah Nayla dan teman-temannya hingga akhirnya sopir taksi itu membawa mereka ke kantor polisi. Nayla dan teman-temannya sempat didalam jeruji besi dan tidak lama mereka di tebus oleh ibu dari salah satu temannya. Mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing tapi tidak dengan Nayla. Ia terlantar di terminal, menyusuri jalan-jalan yang sepi, mengorek tong sampah untuk mencari sisa sisa makanan, hingga akhirnya ia diusir oleh seorang laki-laki tua yang bisa dibilang seorang pengemis karena Nayla telah menempati tempat laki-laki tersebut untuk tidur. Nayla pergi ke rumah Juli dan ia akhirnya ikut tinggal bersama Juli.
Nayla mempunyai pacar bernama Ben, hampir selama dua tahun mereka menjalin sebuah hubungan dan hingga akhirnya mereka putus karena keegoisannya dan Ben selingkuh dengan perempuan lain. Nayla sering menulis sebuah cerita dengan tema seputar seksualitas. Ia terkadang menceritakan tentang pengalaman pribadinya. Ia juga menceritakan tentang kekasih ibu kandungnya, Om Indra, memperkosanya tanpa sepengetahuan ibunya. Karena Nayla berpikiran jika ia menolak perlakuan Om Indra seorang laki-laki yang sangat ibu cintai maka ia akan menjadi anak yang tidak patuh terhadap ibunya, maka dari itu Nayla tetap diam saja saat Om Indra melakukan hubungan seks terhadapanya. Nayla tidak bisa menceritakan semua perlakuan Om indra kepada ibunya, karena ia takut jika ibu marah. Dengan cara menulis, ibu mulai memperhatikan cerita-cerita dan memahami semua curahan hati Nayla. Di dalam tulisan-tulisan yang Nayla tulis mengandung sebuah kritikan tentang laki-laki yang bersikap seperti binatang. Ia kesal atas apa yang telah dilakukan para lelaki untuk bisa menjamah,menjelajah dan menikmati tubuhnya begitu saja. Tulisan karya Nayla sering ditolak oleh majalah,koran,bahkan penerbit novel. Tetapi Nayla terus berusaha agar hasil karyanya tersebut bisa diterima untuk dijadikan sebuah novel. Hingga akhirnya Nayla mencoba menyerahkan ceritanya tersebut ke sebuah editor dan dimuat di koran. Kini Nayla mempunyai teman seorang seniman yang dulu pernah Nayla kagumi. Nayla menekuni dunia menulisnya yang lebih mengarah ke dunia seksualitas, karena menurutnya perempuan dan seksualitas itu penting untuk diperhatikan.

.jpg)