Getar kasur pun semakin hilang dalam lamunanku
Raga ini seakan ingin terlepas dari
Liku..
Kaku..
Semu..
Alunan melodi yang perlahan menggapai tanganku
Kini mengajakku terbang ke langit sendu
Senja..
Kapan kau datang memelukku seperti pagi itu?
Aku merindukanmu yang slalu menghangatkanku
Kini kau perlahan melangkah pergi dari pelukanku
Hanya suara detak jantung yang menemani lukaku
Di pucuk pohon itu dedaunan melambaikan lembaran kearahku
Entah apa yang dikatakannya kepadaku
Aku tak tau..
Di tengah gelapnya malam, bulan bersembunyi di awan kelabu
Malu menampakkan senyum kilau itu
Bintang pun tak ingin bersandar dipundakku
Lelah terhadap orang yang ku ijinkan mengisi relung hatiku
Tetapi enggan bersinggah dihatiku yang telah lama beku
Jam dinding pun semakin cepat menyapa sederet angka itu
Memutar jemarinya dan melenggang tanpa berharap menjadi lesu
dhesyarba (2014/11/05 00:01)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar