Siapa tak kenal Universitas Airlangga, Perguruan Tinggi Negeri ternama di Jawa Timur ini? Universitas yang memiliki segudang prestasi dengan nama almamater yang tidak asing lagi di telinga masyarakat yang biasa disebut UNAIR. Universitas Airlangga terletak di Kota Surabaya Jawa Timur yang mempunyai banyak fakultas dan program studi. Disini saya akan mengemukakan alasan mengapa saya memilih Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Airlangga.
Pertama, sejak dulu saya sudah mencintai bahasa dan budaya Indonesia. Sebuah bahasa yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang semakin lama semakin hanyut akibat adanya bahasa-bahasa asing dikalangan remaja indonesia yang biasa mereka sebut dengan bahasa gaul itu dapat menyebabkan tergusurnya bahasa indonesia yang baik dan benar. Remaja sekarang ini lebih mudah dan cepat memahami bahasa-bahasa berlebihan atau “alay” yang setiap hari mereka gunakan disetiap percakapannya dengan teman-temannya. Itu hanya akan merusak moralitas bahasa tanah kelahiran yang sudah sejak dulu melekat di hati rakyat Indonesia itu sendiri. Karena itu semua saya ingin mengarahkan masyarakat yang sudah terjerumus kedalam dunia alaynya yang dapat merendahkan harga diri masyarakat itu sendiri. Karena itu saya memilih Universitas Airlangga sebagai tempat belajar dan lebih memahami tentang sastra dan budaya indonesia agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa budaya dan bahasa indonesia ini perlu dan patut untuk dicintai dan dibanggakan. Terkadang saya terkagum-kagum dengan masyarakat di negara asing yang tertarik dan mau mencoba budaya indonesia bahkan mereka mau belajar untuk berbicara menggunakan bahasa indonesia. Tapi mengapa Indonesia sendiri malah memperkeruh bahasa yang bisa dikatakan dalam kategori sopan ini menjadi bahasa yang sama sekali tidak sopan. Sejak kecil saya sudah sering sekali mengikuti kegiatan di sanggar tari tradisional, sejak saat itulah saya merasa Indonesia itu hebat dan kreatif. Masyarakat Indonesia mampu menciptakan dan menjaga budaya asli mereka. Walaupun hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menjaga budaya tersebut. Dengan berbagai kreatifitas masyarakat, kini Indonesia memiliki banyak sekali ragam budaya dari Sabang sampai Merauke yang patut kita cintai dan patut kita lestarikan agar tidak mudah tergantikan dengan budaya barat.
Kedua, saya termasuk orang yang suka menulis atau mengarang sebuah cerita. Di Fakultas Ilmu Budaya inilah saya akan belajar memahami dan belajar cara menulis dan membuat sebuah karangan dengan alur cerita dan bahasa yang benar dan runtut. Di samping itu saya juga menyukai novel, dan membaca novel remaja adalah salah satu hobi saya. Sejujurnya, saya lebih suka membaca novel daripada buku yang berbau sains. Tidak tau mengapa, memori otak saya lebih cepat menerima dan memahami apa isi cerita tersebut daripada memahami buku saintek. Saya termasuk orang yang peka dalam membaca keadaan alur dalam isi cerita tersebut. Mudah sekali untuk tersentuh dengan kata-kata yang membuat hati terenyuh atas kalimat yang diucapkan dalam dialog tersebut. Oleh karena itu saya ingin sekali belajar lebih dalam mengenai dunia bahasa yang bisa mengarahkan saya dalam berbahasa yang baik dan benar serta dapat menulis alur cerita dengan runtut dan jelas. Disertai pula dengan berbagai kata-kata mutiara yang mampu menghipnotis para pembaca. Apalagi setelah saya melihat sebuah dokumentasi dari salah satu senior saya yang menunjukkan keunggulan dan prestasinya dalam sebuah mahakarya tersebut saya menjadi semakin tertarik untuk belajar lebih dalam agar bisa seperti mahasiswa Universitas Airlangga yang mempunyai bakat dan talenta yang luar biasa. Saya sangat kagum melihat pengalaman yang telah mereka lakukan untuk mengejar cita-citanya. Dan yang paling mengesankan buat saya adalah kakak senior mahasiswa Universitas Airlangga mampu membuat sebuah novel yang kini ceritanya diperankan oleh artis luar negeri, tepatnya di Hollywood. Sangat luar biasa bukan? Nah, dari sini lah aku semakin berminat dan memiliki alasan jelas mengapa aku memilih Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.
Alasan selanjutnya adalah karena saya tertarik dengan busana adat di Indonesia yang snagat beragam dan menarik. Saya mempelajari tentang baju adat Indonesia sejak di sekolah dasar. Dan yang paling saya ingat, setiap kali mengadakan karnaval/festival budaya, saya selalu menggunakan busana adat dari salah satu daerah di Indonesia. Jika tidak begitu, generasi penerus juga tidak akan pernah mengetahui tentang budaya indonesia asli kalau tidak ada acara karnaval budaya seperti itu. Karena masyarakat sekarang ini lebih cenderung menggunakan baju yang modern dan berbau negara barat. Mereka tidak tahu bahwa Indonesia lebih banyak mempunyai keanekaragaman busana yang menarik dan cantik untuk dikenakan daripada pakaian yang seharusnya tidak pantas untuk digunakan. Universitas Airlangga sendiri mempunya visi dan misi yang tidak kalah hebatnya dengan universitas lain. Visi dari Universitas Airlangga adalah menjadi universitas yang mandiri , inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional , pelopor pengembangan ilmu pengetahuan , teknologi, humaniora, dan seni berdasarkan moral agama. Tentu sudah terlihat dari visi tersebut bahwa Universitas Airlangga sangat memerhatikan aspek keagamaan dalam melakukan suatu hal apapun. Karena itu akan berdampak baik atau buruk kepada nama almamater tercinta itu. Dan Universitas Airlangga sudah mempunyai banyak bukti prestasi di tingkat nasional bahkan internasional, saya bangaa sekali bisa menjadi bagian dari sebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia yang mempunyai citra nama baik di Indonesia sendiri. Universitas Airlangga mempunyai slogan “Excellence with morality”, dari slogan tersebut sudah tampak sebuah komitmen untuk mempunyai kepribadian unggul dan terdepan serta dilakukan bersamaan dengan moral yang baik. Sebuah komitmen yang sangat bagus menurut saya, sangat simpel tapi memiliki arti yang sangat bermakna. Alasan saya mengapa memilih Fakultas Ilmu Budaya adalah karena di Universitas Airlangga dosen ataupun mahasiswa tidak kalah terkenalnya dengan artis-artis ternama. Mereka membuat kebijakan untuk memberikan pembelajaran yang maksimal demi meningkatkan kreatifitas mahasiswanya itu sendiri, dengan demikian Universitas Airlangga kini sudah mampu menciptakan hal-hal baru yang mampu diabdikan kepada masyarakat sekitar untuk dapat menikmati hasil karya asli masyarakat Indonesia. Jadi seharusnya patut berbangga mempunyai sastrawan terkenal yang bisa menampung cerita aspirasi masyarakat nya untuk dijadikan sebuah cerita inspirasi kepada orang lain agar mampu menciptakan rasa empati sesama warga Indonesia. Jati diri juga sangat perlu untuk meningkatkan sebuah rasa percaya diri dalam melakukan hal apapun yang bisa menjadikan Indonesia kreatif dan terdepan. Melalui bahasa, kini Indonesia mulai berani unjuk gigi bahwa sebenarnya Indonesia itu mampu berdiri dengan ciri khas sendiri tanpa menggunakan identitas negara lain. Penggunaan bahasa dan kata-kata di kalangan remaja kini semakin memburuk dan bahkan sudah tidak baku lagi. Contoh kecil saja yang terdapat dalam kegiatan sehari-hari saat bercakap-cakap dengan orangtua. Masih banyak anak yang menggunakan bahasa tidak baku atau tidak sopan dengan orangtua. Kebiasaan seperti itu perlu diperbaiki dengan cara melatih anak usia emas sejak dini menggunakan bahasa yang halus dan sopan. Kini bahasa gaul mulai merajalela di kalangan para remaja. Dari banyak hal yang saya temukan, para penulis novel lebih cenderung fokus dengan cara penyampaian kata dalan setiap kalimat yang disisipi bahasa gaul seperti loe gue. Hal kecil seperti itu saja bisa menyebabkan berubahnya budaya bahasa yang dimiliki sebuah bangsa yang menjadikan ciri khas. Maka dari itu saya berkomitmen untuk lebih peduli dengan bahasa Indonesia, ya walaupun saya sendiri sekarang agak susah untuk melafalkan bahasa indonesia dalam kegiatan sehari-hari saat bercakap-cakap dengan orang sekitar. Karena itu saya mulai belajar dari sekarang untuk lebih menghargai ciri khas yang di miliki Indonesia yang telah bersedia menjadi tanah kelahiran saya tercinta. Jika rakyat Indonesia mampu mengendalikan dan menjaga bahasa indonesia maka Indonesia akan menjadi sebuah negara yang sangat dikenal negara manapun dengan mempunyai komitmen kental tidak terpengaruh dengan budaya lain apalagi merubahnya menjadi bahasa dan budaya yang tidak pantas untuk dilakukan. Jati diri sebagai kekuatan jiwa akan membuat masyarakat itu sendiri tersadar akan semua yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan Indonesia yang membanggakan dan memperjuangkan Indonesia menuju kemerdekaan. Dan tidak sepantaskan rakyat Indonesia itu sendiri merusak apa yang telah diperjuangkan oleh pahlawan kita dan menyia-nyiakan perjuangan mereka. Sungguh sangat disayangkan.
Saya ingin sekali melakukan budidaya bahasa indonesia agar semua masyarakat lebih menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa indonesia, dan saya ingin melestarikan budaya asli indonesia agar masyarakat generasi penerus tetap mengetahui dan mau belajar budayanya sendiri tanpa terhalangi oleh budaya bangsa lain yang dapat merusak moral masyarakat itu sendiri. Bagi saya sebuah karya cipta anak bangsa sekarang ini sangat perlu untuk diberi aspresiasi, karena karya cipta tersebut tidak hanya memberikan sebuah hasil karya terbaik tetapi juga mempunyai sebuah cerita tersendiri bagi masyarakatnya dan patut untuk di banggakan. Oleh karena itu saya di Universitas Airlangga ini sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya pada program studi sastra indonesia berharap dan berjuang agar saya mampu mengembangkan kreatifitas bangsa dalam berbahasa, berkehidupan, berbangsa dan berbudaya dengan disertai moral yang baik. Sastra indonesia saat ini dipandang sebelah mata sebagai bahasa yang tidak dibutuhkan didalam kegiatan apapun tetapi disamping itu sastra indonesia memiliki banyak keunggulan untuk bisa mengabdikan diri kepada masyarakat agar visa menjadi contoh bagi masyarakat yang mengalami buta huruf. Dan itu akan sangat memprihatinkan apabila kita sebagai mahasiswa sastra indonesia yang tidak bisa memberikan bahan ajaran yang lebih baik kepada orang lain yang membutuhkan. Hal sekecil apapun jika itu bernilai positif akan tetap bermakna bila dilakukan dengan senyum ikhlas. Tidak perlu malu untuk melakukan hal baik. Dan saya disini sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya turut berbangga kepada Universitas Airlangga yang mau mendirikan program studi sastra termasuk sastra indonesia hingga mencapai banyak prestasi yang diraih dan tidak hanya itu tetapi juga melakukan hal positif dalam menurunkan ilmu kepada masyarakat sekitarnya. Bahasa kita satu yaitu bahasa indonesia yang patut dan perlu kita jaga agar tidak mudah tergusur dengan bahasa-bahasa asing yang bisa menghilangkan kebanggaan Indonesia dimata dunia. Dan tujuan saya mengambil prodi ini adalah agar saya mampu mempelajari dan memahami lebih dalam apa makna sebuah bahasa dan saya ingin memperbaiki cara komunikasi saya dengan baik dan benar. Saya ingin membesarkan dan membawa nama Indonesia dengan mengaplikasikan bahasa dan budaya Indonesia tidak hanya intern tetapi juga ekstern, sehingga saya dapat mengenalkan bahasa dan budaya indonesia ke seluruh masyarakat di dunia. Dan akan selalu mempertahankan semangat perjuangan dalam menjaga almamater Indonesia sebagai negara yang mempunyai kreatifitas tinggi dalam berkarya. Saya akan memulai dari sebuah pengenalan terhadap anak usia emas untuk belajar berlatih mencintai budaya bangsa indonesia. Sekian cerita singkat saya dan terima kasih.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar