IDENTITAS BUKU
JUDUL BUKU : SAMAN
JENIS BUKU :
NOVEL
GENRE :
FIKSI
PENGARANG : AYU
UTAMI
PENERBIT :
KPG (KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA)
TAHUN TERBIT : CETAKAN
KE-1 APRIL 1998
KOTA PENERBIT :
JAKARTA
TEBAL HALAMAN : 206 HALAMAN
Wisanggeni boleh dikatakan beruntung.Karena dia adalah
satu-satunya anak bapak ibunya yang berhasil hidup.Dua adiknya bahkan belum
sempat dilahirkan ibunya karena secara tiba-tiba janinnya menghilang dari perut
ibunya.Sedangkan adiknya yang ketiga meninggal dihari ketiga setelah
dilahirkan. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada
ibunya saat itu, tidak ada satupun keluarga yang mengerti. Tapi Wis kecil
merasakan sesuatu yang tidak dapat diceritakannya kepada orang lain mengenai
kejadian itu. Sampai kepindahannya ke Jakarta.
Athanasius Wisanggeni.
Resmi menjadi pater dan sejak saat itu dia lebih sering dipanggil romo Wis.
Berkat status barunya ini, dia mempuyai kesempatan untuk kembali ke kota masa
kecilnya dulu, Perabumulih. Dia meminta bantuan kepada romo Daru untuk
membantunya agar pihak gereja mau mengirimnya ke kota tersebut. Dia selalu
merasa mempunyai ikatan dengan tempat itu, selalu ada yang memanggilnya untuk
kembali kesana.Apalagi sekarang ibunya sudah meninggal.Dia merasa perlu
mengabarkan itu kepada mereka yang hilang pada masa kecilnya.
Akhirnya Wis kembali ke
Perabumulih.Ditempuhnya perjalanan jauh Jakarta-Perabumulih demi mencari yang
dulu pernah hilang.Dan kembali mengenang masa kecilnya.Sesampainya dikota kecil
itu, dia mengunjungi rumahnya dulu. Ternyata rumah itu telah ditempati oleh
orang lain. Sepasang suami istri yang sedang menanti kelahiran anak pertama
mereka. Wis cemas dan menganjurkan mereka untuk pergi ke luar kota menjelang
kelahiran si bayi. Dan dia diberi kepercayaan oleh sang suami untuk menjaga
rumah itu selama mereka pergi.
Sampai pada suatu
malam, saat dia hendak mengunci pintu, dia merasa ada sesuatu dibelakang
tengkuknya.Dia mendengar tapi tidak dapat mengerti.Karena penasaran apakah itu
adik-adiknya dia menoleh kebelakang.Tapi setelah dia menoleh, tidak ada apa-apa
dibelakangnya.Kejadian ini persis ketika dia mendengar tangis adiknya yang
telah hilang dan meninggal dulu.Apakah ini sesuatu yang dulu pernah
hilang?Tidak ada yang tahu.Sampai dia melihat sosok perempuan diluar jendela
yang berlari karena didekatinya.
Perempuan itu bernama
Upi, dia gila. Dia biasa berkeliaran keliling kota. Hati Wis tertegun saat
mengembalikan Upi kepada keluarganya. Ibu dan kedua kakaknya memasung Upi
supaya dia tidak berkeliaran dan meresahkan warga. Hati Wis terpanggil untuk
membantu perempuan gila ini, dia membuatkan rumah yang layak untuk Upi. Bahkan
dia membantu semua petani karet di lokasi transmigrasi Sei Kumbang ini untuk
mengoptimalkan hasil panen mereka.Mulai dari penanaman kembali pohon-pohon
karet sampai membangun turbin uutuk pengairan.Wis bekerja begitu semangat,
sampai suatu ketika dia tersesat didalam hutan dan seekor ular kobra siap
mematuknya.Tapi dia merasa sesuatu terjadi dibelakang tengkuknya lagi, dan ular
itupun pergi menjauhinya yang sudah setengan tak sadarkan diri.Apakah itu
kalian adik-adikku?Tak ada yang tau.
Lokasi transmigrasi Sei
Kumbang harus dijadikan kebun kelapa sawit.Kabar itu membuat Wis dan petani
karet lainnya geram.Berbagai terror menimpa mereka karena mereka masih
mempertahankan kebun karet mereka.Dirusaknya turbin air mereka dan beberapa
pohon karet. Pemerkosaan terhadap Upi dan istri Anson (kakak kedua Upi) menjadi
puncak amarah mereka. Perang sengit terjadi dalam beberapa saat saja.Karena
setelah kepergian beberapa warga untuk menghajar hulubalang biadab itu Wis yang
mengamankan perempuan dan anak-anak disebuah suaru ditangkap oleh oleh
orang-orang perusahaan yang menangani kebun kelapa sawit. Seluruh rumah dibakar
begitu juga dengan Upiyang belum sempat terevakuasi bersama perempuan dan
anak-anak di surau. Dan etah bagaimana
nasib beberapa warga yang hendak menyerbu perusahaan itu tadi.
Wis disekap.Kaki dan
tangannya diikat.Matanya ditutup.Dia dibawa ke sebuah penjara kecil didalam
sebuah bangunan perusahaan.Dia ditelanjangi, dihajar habis-habisan.Sampai pada
suatu malam, Wis mencim bau kayu terbakar.Ternyata bangunan tempat Wis dikurung
telah dibakar.Wis mendengan suara Anson, seperti mendapat kekuatan yang tak
terduga Wis berhasil keluar dari banguan yang telah terbakar tadi menuju tempat
Anson berdiri.Sekali lagi Wis selamat.Dia bersama Anson pergi secara
sembunyi-sembunyi menyelamatkan diri.Dan dua tahun kemudian Athananius
Wisanggeni mengganti namanya menjadi Saman.
Wis benar-benar
mengganti semua identitas asli dirinya.Sekarang dia menjadi orang baru yang
bernama Saman.Yasmin, temannya semasa SMP dan satu-satunya perempuan yang bisa
menggoda hatinya menyarankan agar Saman bersembunyi di luar negeri saja.Disana
dia bisa membantu sebuah LSM.Dan tidak ada satupun yang dapat mengenalinya
sebagai paster yang menjadi buronan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar