Jumat, 07 November 2014

Sinopsis Novel "SAMAN"


IDENTITAS BUKU

JUDUL BUKU      : SAMAN
JENIS BUKU        : NOVEL
GENRE                  : FIKSI
PENGARANG       : AYU UTAMI
PENERBIT             : KPG (KEPUSTAKAAN POPULER GRAMEDIA)
TAHUN TERBIT                    : CETAKAN KE-1 APRIL 1998
KOTA PENERBIT                 : JAKARTA
TEBAL HALAMAN               : 206 HALAMAN

Wisanggeni boleh dikatakan beruntung.Karena dia adalah satu-satunya anak bapak ibunya yang berhasil hidup.Dua adiknya bahkan belum sempat dilahirkan ibunya karena secara tiba-tiba janinnya menghilang dari perut ibunya.Sedangkan adiknya yang ketiga meninggal dihari ketiga setelah dilahirkan. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya saat itu, tidak ada satupun keluarga yang mengerti. Tapi Wis kecil merasakan sesuatu yang tidak dapat diceritakannya kepada orang lain mengenai kejadian itu. Sampai kepindahannya ke Jakarta.
Athanasius Wisanggeni. Resmi menjadi pater dan sejak saat itu dia lebih sering dipanggil romo Wis. Berkat status barunya ini, dia mempuyai kesempatan untuk kembali ke kota masa kecilnya dulu, Perabumulih. Dia meminta bantuan kepada romo Daru untuk membantunya agar pihak gereja mau mengirimnya ke kota tersebut. Dia selalu merasa mempunyai ikatan dengan tempat itu, selalu ada yang memanggilnya untuk kembali kesana.Apalagi sekarang ibunya sudah meninggal.Dia merasa perlu mengabarkan itu kepada mereka yang hilang pada masa kecilnya.
Akhirnya Wis kembali ke Perabumulih.Ditempuhnya perjalanan jauh Jakarta-Perabumulih demi mencari yang dulu pernah hilang.Dan kembali mengenang masa kecilnya.Sesampainya dikota kecil itu, dia mengunjungi rumahnya dulu. Ternyata rumah itu telah ditempati oleh orang lain. Sepasang suami istri yang sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Wis cemas dan menganjurkan mereka untuk pergi ke luar kota menjelang kelahiran si bayi. Dan dia diberi kepercayaan oleh sang suami untuk menjaga rumah itu selama mereka pergi.
Sampai pada suatu malam, saat dia hendak mengunci pintu, dia merasa ada sesuatu dibelakang tengkuknya.Dia mendengar tapi tidak dapat mengerti.Karena penasaran apakah itu adik-adiknya dia menoleh kebelakang.Tapi setelah dia menoleh, tidak ada apa-apa dibelakangnya.Kejadian ini persis ketika dia mendengar tangis adiknya yang telah hilang dan meninggal dulu.Apakah ini sesuatu yang dulu pernah hilang?Tidak ada yang tahu.Sampai dia melihat sosok perempuan diluar jendela yang berlari karena didekatinya.
Perempuan itu bernama Upi, dia gila. Dia biasa berkeliaran keliling kota. Hati Wis tertegun saat mengembalikan Upi kepada keluarganya. Ibu dan kedua kakaknya memasung Upi supaya dia tidak berkeliaran dan meresahkan warga. Hati Wis terpanggil untuk membantu perempuan gila ini, dia membuatkan rumah yang layak untuk Upi. Bahkan dia membantu semua petani karet di lokasi transmigrasi Sei Kumbang ini untuk mengoptimalkan hasil panen mereka.Mulai dari penanaman kembali pohon-pohon karet sampai membangun turbin uutuk pengairan.Wis bekerja begitu semangat, sampai suatu ketika dia tersesat didalam hutan dan seekor ular kobra siap mematuknya.Tapi dia merasa sesuatu terjadi dibelakang tengkuknya lagi, dan ular itupun pergi menjauhinya yang sudah setengan tak sadarkan diri.Apakah itu kalian adik-adikku?Tak ada yang tau.
Lokasi transmigrasi Sei Kumbang harus dijadikan kebun kelapa sawit.Kabar itu membuat Wis dan petani karet lainnya geram.Berbagai terror menimpa mereka karena mereka masih mempertahankan kebun karet mereka.Dirusaknya turbin air mereka dan beberapa pohon karet. Pemerkosaan terhadap Upi dan istri Anson (kakak kedua Upi) menjadi puncak amarah mereka. Perang sengit terjadi dalam beberapa saat saja.Karena setelah kepergian beberapa warga untuk menghajar hulubalang biadab itu Wis yang mengamankan perempuan dan anak-anak disebuah suaru ditangkap oleh oleh orang-orang perusahaan yang menangani kebun kelapa sawit. Seluruh rumah dibakar begitu juga dengan Upiyang belum sempat terevakuasi bersama perempuan dan anak-anak di surau.  Dan etah bagaimana nasib beberapa warga yang hendak menyerbu perusahaan itu tadi.
Wis disekap.Kaki dan tangannya diikat.Matanya ditutup.Dia dibawa ke sebuah penjara kecil didalam sebuah bangunan perusahaan.Dia ditelanjangi, dihajar habis-habisan.Sampai pada suatu malam, Wis mencim bau kayu terbakar.Ternyata bangunan tempat Wis dikurung telah dibakar.Wis mendengan suara Anson, seperti mendapat kekuatan yang tak terduga Wis berhasil keluar dari banguan yang telah terbakar tadi menuju tempat Anson berdiri.Sekali lagi Wis selamat.Dia bersama Anson pergi secara sembunyi-sembunyi menyelamatkan diri.Dan dua tahun kemudian Athananius Wisanggeni mengganti namanya menjadi Saman.
Wis benar-benar mengganti semua identitas asli dirinya.Sekarang dia menjadi orang baru yang bernama Saman.Yasmin, temannya semasa SMP dan satu-satunya perempuan yang bisa menggoda hatinya menyarankan agar Saman bersembunyi di luar negeri saja.Disana dia bisa membantu sebuah LSM.Dan tidak ada satupun yang dapat mengenalinya sebagai paster yang menjadi buronan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar