Aku mulai menyapa bintang yang menari dengan riangnya
Aku sentuh lembut jari jemarinya
Dan ku sampaikan pesan lewat raut wajahku yang semakin muram
Bintang..
Lihatlah aku !
Pandangi setiap garis wajahku !
Apakah aku lesu atau bahkan kaku?
Entahlah..
Hujan pun kini tidak mampu menjelaskan betapa remuknya relung hati ini
Seakan akan perang telah dimulai
Membuat hati ini semakin berderup dengan kencangnya
Sakitkah?
Iya
Jawabku dengan nada yang bagaikan kerupuk sudah habis daya tahan tubuhnya
Aku pun tak mengerti harus menorehkannya dengan cara yang entah bagaimana
Tinta saja seakan akan tidak ingin lagi menorehkan semua diatas kertas kusut
Yang kini mulai merobekkan dirinya
Tangan ini enggan mengukir sajak sajak manis seperti cookies
Tuhan, angkatlah rasa ini
Biarkan aku merangkak perlahan menggapai bintang yang lain
Bisakah?
Entah sampai kapan.
Dhesyarba (2014/11/05 23:49)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar